<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?><rss version="2.0"><channel><title>RSS - Powered By C2MS PRO</title><item><title>Home</title><description>Selamat Datang
   
Sekolah Otonom Sanggar Anak Akar adalah sebuah model pendidikan yang berbeda dengan sekolah formal pada umumnya.
Di tempat ini anak-anak dari berbagai komunitas urban datang dan tinggal bersama untuk belajar menghargai kehidupan, memaknai kebebasan, mengembangkan kemampuan dan kr</description></item><item><title>Tentang Kami</title><description>Tentang Sekolah Otonom
 Sekolah Otonom - Sanggar Anak Akar adalah ruang bagi anak-anak, dari berbagai latar belakang menempa diri untuk menjadi lebih berarti bagi diri dan lingkungannya. 
  
Istilah otonom menunjuk pada azas pendidikan yang menghormati anak sebagai mahkluk yang memil</description></item><item><title>Galerry</title><description></description></item><item><title>Artikel </title><description>
Artikel  




Alternatif Menuju Pendidikan Baru




Alternatif Pembebasan Anak Pinggiran






Anak Pinggiran Korban Kekerasan Sistematik 




Gerakan Pendidikan 






Konteks Pembebasan Anak Pinggrian 




Membangun Atmosfer Pembebasan






Membangun Budaya Kemanusiaan di Tengah Penindasan Kolon</description></item><item><title>Sahabat Akar </title><description>  
Salah satu pilar yang ikut menopang kelangsungan Sanggar adalah kehadiran para sahabat akar. Sahabat akar adalah anggota masyarakat, siapa pun, yang secara suka rela mewujudkan komitmennya untuk mendukung keberlangsungan Sekolah Otonom Sanggar Anak akar. 
Bentuk dukungan yang diberikan oleh par</description></item><item><title>Contact</title><description>Untuk informasi lebih lanjut silahkan kontak kamiPhone : 021-8574923Fax : 021-8574923Email : info@sanggaranakakar.org</description></item><item><title>for C2MS PRO only</title><description> Ma quande lingues coalesce, li grammatica del resultant lingue es plu simplic e regulari quam ti del coalescent lingues. Li nov lingua franca va esser plu simplic e regulari quam li existent Europan lingues. It va esser tam simplic quam Occidental: in fact, it va esser Occidental. A un Angleso it v</description></item><item><title>Sekolah Otonom</title><description>





  
Sekolah Otonom - Sanggar Anak Akar adalah ruang bagi anak-anak, dari berbagai latar belakang menempa diri untuk menjadi lebih berarti bagi diri dan lingkungannya. 
Istilah otonom menunjuk pada azas pendidikan yang menghormati anak sebagai mahkluk yang memiliki kesadaran akan kebebasannya</description></item><item><title>Misi</title><description>



1.
 Menjadikan Sekolah Otonom sebagai ruang pendidikan berkualitas untuk mengembangkan kemampuan anak dalam menghadapi tuntutan hidup dan tantangan dunia di sekitarnya 


2.
Memperkuat sistem pendidikan Sekolah Otonom sebagai model praksis pendidikan humanistik. 


3. 
Memperluas pengaruh nilai-</description></item><item><title>Alternatif Pembebasan Anak</title><description>  
Alternatif Pembebasan Anak Pinggiran
 
Ibe Karyanto
(disampaikan dalam diskusi Media Pembebasan untuk Anak Pinggiran)
Pacitan, 24 Agustus 1999
  
Dalam Konperensi Regional tentang Anak Jalanan di Philipina sepuluh tahun lalu Suyono Yahya, delegasi Indonesia, dalam presentasinya menjelaskan bahw</description></item><item><title>Poster</title><description>












</description></item><item><title>Alamat </title><description>  
Alamat kami
Jl. Inspeksi Saluran Jatiluhur No. 30, RT 07/RW 01
Cipinang Melayu - Gudang Seng 
Jakarta 13620

Peta
</description></item><item><title>Account Bank </title><description>  
Account Bank

Yayasan Anak akar 
acc 286-3011-922
BCA KCP Kemang
</description></item><item><title>Sejarah </title><description>





  
Cikal bakal Sanggar Anak akar adalah program open house untuk anak-anak pingiran yang dikembangkan oleh sebuah organisasi non pemerintah pada tahun 1989. Anak pinggiran yang dimaksud adalah anak-anak jalanan, anak pemulung sampah, anak-anak urban pekerja kota, dan anak-anak pengasong yang t</description></item><item><title>Visi</title><description>Sanggar Anak akar sebagai model praksis pendidikan humanistik untuk menguatkan gerakan budaya yang menghormati hak dan martabat anak sebagai manusia..</description></item><item><title>Dinamika Belajar </title><description>



 Dinamika harian proses belajar dimulai dengan kegiatan bersama pagi hari untuk membersihkan lingkungan Sanggar dan memasak untuk kebutuhan makan pagi dan makan siang 
 Pukul 08.00 waktu effektif belajar kelas/kelompok bersama dengan moderator sampai pukul 12.00.
 Mulai</description></item><item><title>Foto Seni Pertunjukan </title><description>







Konserta Etnikita "Semangat Hidup dalam Keberagaman, Goethe House,22 juli 2009. Pementasan ini merupakan refleksi kreatif terhadap keberadaan musik tradisi di tengah arus perubahan jaman. Refleksi kreatif berawal dari upaya untuk memahami keberadaan musik tradisi sebagai bagian dari ekspresi</description></item><item><title>Board</title><description>


Pembina



Ketua
Dolorosa Sinaga


Anggota
P. Danuwinata.SJ


Anggota
Bambang Widjoyanto.SH


Anggota
Ayi Bunyamin


Anggota
Bernadette Themas


Anggota
Hilmar Farid


Anggota
Ivonne Terik.SH


Anggota
Nur Amalia.SH






Pengurus



Ketua
Soesilo Adinegoro


Keuangan
Albertus Ari


Sekretaris
In</description></item><item><title>Pengurus Harian Sekolah Otonom</title><description>


Pengurus Harian



Rektor
Ibe Karyanto


Sekretariat & Administrasi Umum
Rogger M. Paat


Sekretariat
Saneri


Keuangan
Ag Ardi Prasetyo


Kasir
Desi Purwatiningsih


Ketua Akademik & Pamong
Abdurrahman (Doge)


Koordinator Pengembangan Program
Maria PW


Koordinator Pelaksana Akademik
Murki Azis</description></item><item><title>Filosofi</title><description>  
&ldquo;akar&rdquo; adalah bagian dari tumbuhan yang tidak kelihatan di permukaan (rendah hati) namun paling menentukan ketahanan (kualitas) pertumbuhan dan kehidupan tumbuhan. 
setiap pelaku pendidikan di Sekolah Otonom, baik anak-anak, moderator dan pengurus sekalipun, adalah subyek yang sedang </description></item><item><title>Sertivikasi Pendidikan</title><description>  
Pendidikan Sekolah Otonom diselenggarakan untuk memfasilitasi perkembangan kualitas kemampuan anak dalam menghadapi kebutuhan dan tantangan hidup mandiri, karena itu sertifikasi akademik (ijasah formal) bukan menjadi tujuan utama.
Meskipun demikian, untuk anak-anak yang berminat mendapatkan serti</description></item><item><title>Alternatif Menuju Pendidikan </title><description>  
Alternatif Menuju Pendidikan Baru
Ibe Karyanto
 
Dulu pengalihan pengetahuan dari generasi ke generasi dilakukan secara spontan oleh orang tua di dalam keluarga maupun kolektivitas masyarakat. Sejalan dengan perkembangan tata sosial, ekonomi, politik dan budaya dari Barat cara pengalihan pengeta</description></item><item><title>Anak Pinggrian korban kekerasan </title><description>  
Anak Pinggiran: Korban Kekerasan Sistematik
 
ibe karyanto
(disampaikan sebagai Materi Work Shop Perlindungan Hak Anak untuk jurnalis)
Pacitan 19 Agustus 1999
 
 
 
Anak Pinggiran 
 
Anak pinggiran, mungkin istilah yang belum jamak didengar. Orang lebih terbiasa mendengar atau menggunakan is</description></item><item><title>Gerakan Pendidikan </title><description>  
Gerakan Pendidikan Baru Menuju Masyarakat Demokratis
(draft)


Di antara kekecewaan, kemarahan, rasa frustasi masih ada masyarakat yang tidak tinggal diam dan pasrah menghadapi nasib pendidikan kita. Mereka adalah kaum skpetis yang paham benar bahwa pendidikan ada di tangan kekuasaan, sehingga kr</description></item><item><title>Konteks Pembebasan </title><description>  
1.  Konteks Pembebasan Anak Pinggiran
(ditulis untuk paper diskusi “Musik sebagai Media Pembebasan Anak Pinggiran)
Yogyakarta - 26 Juni 1999
 
Ibe Karyanto

Sebagai pembukaaan saya hanya ingin mengatakan bahwa saya sependapat dengan Panitia yang memilih istilah Anak Pinggiran dalam konteks di</description></item><item><title>Membangun Atmosfer Pembebasan</title><description>  MEMBANGUN ATMOSFER PEMBEBASAN

Melihat konteks keberadaan anak-anak pinggiran, tidak berlebihan kalau selanjutnya saya memahami pinggiran sebagai ruang para korban. Terutama anak-anak pinggiran adalah generasi  yang menjadi korban dua kali dalam hidupnya. Pertama secara sosio-kultural, termasuk d</description></item><item><title>Membangun Budaya Kemanusiaan </title><description>  
Amilcar Cabral:
Membangun Budaya Kemanusiaan di Tengah Penindasan Kolonial
 
Ibe Karyanto

“Kepala boleh diisi gagasan darimanapun dan menyusun impian macam apapun, tapi satu kenyataan yang paling jelas adalah kaki kita tertanam di tanah Guine Bissau dan Cabo Verde.” Ungkapan itu menjadi kun</description></item><item><title>Video</title><description>































































</description></item></channel></rss>